Saturday, March 28, 2015

Wahai kau UN


Gila bentar lagi gue bakalan UN!!!! Gak berasa bentar lagi bakalan selesai masa SMK. Rasanya baru kemarin gue dipalakkin rombongan SMK, rasanya baru kemarin cinta gue di tolak temen gue sendiri, dan rasanya baru kemarin gue ngeluh tentang rasa menyesalnya gue masuk SMK. Ya sampai sekarang gue masih bingung entah kenapa anak SMK lebih suka bawa senjata tajam ketimbang buku pelajaran. Kalo siswa kelihatan ya udah deh bakalan jadi budak para brandal sekolah.

Sebelum UN banyak sekali hal-hal yang harus gue lewati dari UK sampai US. Gue masih bingung kenapa SMK ini ada UK kalo SMA nyantai aja. Semua anak-anak kelas 3 sekolah gue diharuskan untuk UK di sekolah lain. Harap maklum sekolah gue belum terakreditasi A. UK benar-benar momok menakutkan bagi gue. Gue diharuskan untuk melakukan praktek di awasi oleh pengawas seorang dosen (bujubuneng) emang sih yang diujikan itu sama kayak jurusan gue tapi gimana kalo sekolah gue jarang banget praktek. Waktu itu gue bener-bener keringet dingin.

Well UN sebenarnya bukan momok menakutkan lagi karena pemerintah sudah memutuskan bahwa kelulusan yang menentukan adalah guru. Yang menakutkan adalah setelah UN karena kita benar-benar berjumpa dengan realita kehidupan yang gak bisa ditebak.



Tuesday, March 3, 2015

Udah lama gak nge-BLOG

CURRRRRRRRRRRRRRRR CIRRRRRRRRRRRRR CROOOOOOOOOOOOT Apa kabar nih udah lama gue gak posting di blog ini. Udah banyak juga beberapa postingan yang gue apus. wesss pada dasarnya gue kangen banget buat nge-Blog. Tapi, ya gitu deh gue sekarang lagi sibuk-sibuknya sekolah. Doainnya gue lulus.

Tuesday, December 30, 2014

Pahlawan Lingkungan


Menjadi tukang sampah adalah sesuatu profesi yang tidak pernah terbesit di dalam pikiran kebanyakan orang. Profesi tukang sampah sering dianggap profesi yang memalukan oleh beberapa orang yang berpikiran dangkal. Padahal tukang sampah adalah pekerjaan yang mulia. Bila tidak ada tukang sampah maka lingkungan akan menjadi kotor. Apalagi tingkat kesadaran orang untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada mereka. Jangan memandang hina mereka.
Pemerintah juga seharusnya ikut turun tangan memperhatikan tukang sampah. Sering kita jumpai tukang sampah mengambil sampah tanpa memperhatikan keselamatan kerja, truk dan gerobak sampah mereka kebanyakan sudah tidak layak pakai. Pemerintah harus memfasilitasi tukang sampah dengan alat keselamatan kerja yang memadai, truk dan gerobak sampah yang layak, bahkan pemerintah wajib memberikan asuransi kesehatan pada tukang sampah.

Bukan apa-apa tukang sampah di luar negeri sangat di perhatikan kesejahteraanya. Tukang sampah di Indonesia hanya mendapatkan iuran dari masyarakat sekitar, tapi tukang sampah yang bekerja di Dinas kebersihan mendapat penghasilan dari pemerintah. Meskipun begitu penghasilannya tidak terlalu jauh beda. Sedangkan di luar negeri tukang sampah bisa di gaji puluhan juta rupiah. Tukang sampah adalah pahlawan lingkungan yang sesungguhnya.

Monday, December 22, 2014

Coba Lagi, Coba Lagi, dan Berhasil

Lebih  dari setahun menulis menjadi hobi baru bagi saya. Saya suka menulis kisah hidup pribadi saya, menulis cerpen, dan menulis puisi. Semua tulisan-tulisan saya itu, saya masukkan di catatan Facebook saya. Beberapa teman saya yang membaca tulisan saya di Facebook, mengatakan bahwa saya punya potensi untuk menjadi penulis. Mereka menyarankan saya untuk mengikuti beberapa lomba menulis yang ada di Internet. Saya cukup terkejut mengatahui ada lomba menulis di internet. Saya pun segera mencari kebenaran tersebut. Ternyata memang benar-benar ada. Hadiah-hadiah dari lomba menulis tersebut sungguh membuat saya tidak habis pikir hadiahnya bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta. Melihat jumlah hadiah yang sangat besar, saya tidak berpikir panjang lagi, saya segera mengikuti beberapa lomba menulis.

Kebanyakan lomba yang saya ikuti berbentuk artikel. Saya di haruskan untuk menulis sesuai dengan tema yang telah di tetapkan oleh pihak penyelenggara lomba. Sebuah tantangan bagi saya. Tapi, tantangan yang sangat menyenangkan. Sekitar sebulan setelah deadline lomba menulis ditutup akhirnya pengumuman pemenang lomba di umumkan. Saya kaget ternyata saya kalah. Tulisan saya rupanya belum layak menang masih banyak penempatan kata yang salah. Tapi, saya tidak menyerah saya pun belajar cara menulis yang baik. Saya pun kembali mengikuti lomba menulis hasilnya saya kalah lagi. Saya tidak terbesit untuk berhenti mengikuti lomba menulis. Pasti ada saatnya saya menang.

Pada masa pemilu ada relawan salah satu pendukung calon presiden mengadakan lomba menulis. Saya mengikuti lomba tersebut. Saya sungguh tidak percaya ternyata saya memenangkan lomba tersebut, saya juara harapan 2. Hadiahnya berupa uang sebesar 1,5 juta. Setelah lomba itu usai, ada lomba menulis lagi. Saya memenangkan lomba itu. Saya juara 3 kategori nasional. Kali ini saya sedang berjuang untuk menembus salah satu penerbit buku terbesar di Indonesia. Saya ingin jadi penulis. Di dunia tidak ada yang tidak mungkin. Kita cuman harus terus berjuang sampai penghabisan.








  


Wednesday, December 10, 2014

Penyetaraan Kaum Difabel

Sekitar tahun 1998 aktivis penyandang cacat memperkenalkan istilah difabel untuk mengganti sebutan penyandang cacat. Istilah difabel didasari pada realita bahwa manusia memang diciptakan berbeda sehingga yang ada hanyalah sebuah perbedaan bukan kecacatan. Perlu diketahui juga bahwa setiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai hari difabel internasional. Peringatan ini bertujan untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kaum difabel. Namun nyatanya adalah kaum difabel terus-terusan mendapatkan perlakuan diskriminasi dari orang-orang disekitarnya. Saya jadi teringat kembali dengan teman saya waktu SD kelas satu. Waktu itu saya mempunyai teman sebangku yang bernama Dudung. Dudung satu-satunya siswa difabel yang ada di SD saya. Dudung memiliki keterbelakangan mental dan bila berbicara terbata-bata. Dudung juga susah menangkap pelajaran yang diberikan sehingga membuat guru jengkel. Kondisi Dudung yang berbeda dari yang lainnya membuat dia menjadi bahan cemoohan banyak orang. Hanya sedikit yang ingin berteman dengan Dudung. Namun dibalik kekurangannya itu Dudung memiliki bakat yang sangat luar biasa. Dudung berbakat dalam seni menggambar. Gambaran Dudung sangat-sangat bagus bahkan guru-guru tidak percaya gambar yang dibuat Dudung bisa sebagus itu. Saya percaya dengan bakat menggambar yang Dudung miliki, suatu saat nanti mungkin dia akan menjadi pelukis yang memiliki karya lukis dengan nilai seni tinggi. Namun sangat disayangkan pada saat kenaikan kelas 2, Dudung memutuskan untuk berhenti sekolah. Dudung beralasan bahwa dia tidak tahan lagi dengan perilaku diskriminasi yang selalu dia dapatkan. Karena perilaku diskriminasi ini maka bakat menggambar Dudung menjadi mati. Terakhir kali saya bertemu Dudung di pasar dia kini menjadi kuli pasar.

Para kaum difabel yang bernasib seperti Dudung ini sangat banyak karena perilaku diskriminasi yang terus-terusan datang membuat mereka minder dengan kondisi mereka. Seharusnya kita bisa untuk menghargai mereka tidak menjadikan mereka sebagai bahan ejekan. Nyatanya banyak para difabel yang menggemparkan dunia.

1. Stephen Hawking
 
Stephen Hawking adalah salah satu ilmuan ternama di dunia. Stephen Hawking lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris. Dia merupakan anak tertua dari pasangan Frank dan Isobel Hawking. Hawking sebenarnya dilahirkan dengan keadaan normal. Waktu kuliah di Oxford Hawking bergabung dalam tim dayung. Pada tahun ketiga kuliah Hawking mengalami gejala lumpuh. Hawking terkena sclerosis lateral amiotrofik (ASL) yang membuatnya kehilangan seluruh kendali neoromuskularnya. Pada tahun 1984 Hawking terkena penyakit pneumonia. Mau tidak mau Hawking harus melakukan trakeostomi. Akibat penyakit ini Hawking tidak bisa berbicara. Meski begitu Hawking masih memberikan sumbangsinya di bidang fisika kuantum, teori kosmologi, gravitasi kuantum, dan black hole. Stephen Hawking telah diakui di dunia sebagai ilmuan besar. Stephen Hawking membuktikan bahwa kecacatan bukanlah penghalang.

2. Stella Young

Stella Young merupakan penulis, komedian, dan aktivis difabel dari Australia. Namun sayang kini Stella telah meninggal dunia di usia 32 tahun. Semasa hidupnya Stella banyak menorehkan prestasi. Di usia 14 tahun Stella sudah menjadi aktivis yang memperjuangkan hak-hak bagi kaum difabel, Stella juga pernah menjadi duta lembaga our watch, menjadi anggota berbagai komite di sektor difabel. Stella juga secara teratur menjadi konributor di halaman opini ABC The Drum dari tahun 2011. Di halaman opini itu Stella menulis tentang berbagai masalah difabel di kalangan masyarakat luas di Australia.

3. Habibie Afsyah

Habibie Afsyah lahir di Jakarta 6 Januari 1988. Habibie merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara. Orangtuanya bernama H. Nasori Sugianto dan Hj. Endang Setyati. Habibie sebetulnya bukan penyandang cacat fisiki sejak lahir. Penyakit bawaan langka bernama muscular dytrophy merenggut fungsi motorik tubuh Habibie menyebabkan Habibie tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Seusai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Orangtua Habibie memasukkan Habibie di kursus internet marketing. Habibie terus-terusan belajar di internet marketing dan sekarang Habibie sudah punya ebook tentang panduan sukses yang diterbitkan di Amazon, membuat situs jual beli properti rumah101.com, dan menjadi trainer di seminar Eprofitmatrix. Di usia 20 tahun Habibie Afsyah telah menjadi orang yang berkebutuhan khusus yang sukses di bidang internet marketing.

Kaum difabel harus disetarakan dengan yang lainnya memang bukan hal mudah harus melibatkan banyak orang. Kita harus menerapkan inklusi yaitu pendekatan yang bertujuan untuk membangun dengan mengembangkan sebuah lingkungan yang terbuka. Arti terbuka dalam lingkungan inklusi adalah semua orang yang berada dalam lingkungan tersebut mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya. Di lingkungan ini semua orang ramah dan saling menghargai. Bila seperti ini maka kaum difabel bebas mengejar mimpi dan minatnya tanpa merasa di diskriminasi.




logo inklusi

Saturday, September 20, 2014

Liburan Di Palembang

Waktu selesai kenaikan kelas 3 SMK aku dikejutkan SMS dari teman baikku yang ada di Jakarta. Dia mengatakan dia ingin liburan ke kota tempat tinggalku yaitu Palembang. Temanku itu bernama Aldi kami kenal lewat dunia maua. Aku menawari dia untuk tinggal di rumahku saja tapi dia menolak tapi dia menolak karena semua anggota keluarganya akan ikut pergi ke Palembang. Keluarga Aldi sudah mem-booking hotel di Palembang. Mereka memesan hotel Swiss-berlin Imara Sudirman, hotel yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman. Aku bingung bagaimana Aldi bisa mem-booking hotel di Palembang padahal dia tidak mempunyai sanaf famili di sini. Saat kutanyakan dapat darimana dia tentang hotel itu. Aldi mengatakan bahwa ia mem-booking hotel itu melalui website KlikHotel. Melalui KlikHotel keluarga Aldi sangat terbantu untuk mencari hotel yang bagus dan murah bahkan lewat KlikHotel keluarga Aldi Sudah memesan kamar, semua transaksi di lakukan melalui website KlikHotel. Keluarga Aldi benar-benar di beri kemudahan.

Keesokannya setelah dapat kabar dari Aldi bahwa dia ingin liburan di Palembang. Pada sore hari aku mendapat kabar bahwa dia sudah ada di Palembang dan  menyuruhku untuk ke hotel tempat dia menginap. Aku menyanggupi ajakan Aldi. Aku juga penasaran dengan Aldi karena kami belum pernah bertemu secara fisik hanya mengobrolo lewat media sosial dan handphone dan hari ini aku dan Aldi akan bertemu.

Di hotel tersebut aku bertemu dengan ke dua orangtua Aldi dan dua adik perempuannya yang kembar yang masih berusia 3 tahun. Keluarga Aldi rupanya menyuruhku untuk menjadi  tour guide mereka selama berlibur di Palembang. Tawaran dari mereka aku pun menyanggupinya. Sehari di Palembang keluarga Aldi langsung ingin menikmati wisata di Palembang. Malam harinya aku langsung mengajak mereka untuk makan pempek di Kampung Kapitan yang terletak di pinggir Sungai Musi. Di rumah makan ini jembatan Ampera terlihat sangat indah dengan gemerlap lampu yang menghiasinya. Keluarga Aldi sangat menikmati makanan khas Palembang ini. Di tengah obrolan ringan ayah Aldi nyeletuk dia ke pengin ke Pulau Kemaroo dan semua keluarganya tersenyum setuju. Mereka mengetahui Pulau Kemaro sebagai tempat wisata yang menarik dari televisi. Jujur saja aku sebagai warga Palembang, aku belum pernah ke Pulau Kemaro. Pulau yang terletak di tengah-tengah Sungai Musi. Mereka kaget mengetahui aku belum pernah ke Pulau Kemaro. Aku belum ke sana dikarenakan aku orangnya tidak terlalu suka jalan-jalan apalagi jauh dari rumah. Sebagai tour guide untuk keluarga Aldi aku akan menemani mereka ke Pulau Kemaro.

Pada hari Minggu, siang-siang kami berangkat ke Pulau Kemaro. Kami segera ke dermaga perahu boat dan perahu ketek yang terletak di Benteng Kuto Besak. Kami memilih 2 perahu ketek dengan harga 90 ribu per-perahu (pulang pergi). Satu untuk aku, Aldi, dan ayahnya satunya lagi untu ibunya dan dua adik kembarnya. Perjalanan menggunakan perahu ketek memiliki sensasi yang luar biasa. Ada rasa takut saat menggunakan perahu ketek yang berukuran kecil ini. Gelombang air yang dibuat dari perahu-perahu besar yang lewat membuat perahu ketek kami bergoyang ke kanan dan ke kiri. Aku sempat berpikir bagaimana bila terjatuh. Tapi entah kenapa dua adik kembar Aldi sangat menikmati sensasi ini.

30 meni selama perjalanan akhirnya kami sampai di Pulau Kemaro, pulau yang namanya di dapat karena pulau ini tidak pernah bajir walaupun Sungai Musi meluap atau pasang besar sekalipun. Pulau Kemaro ini adalah pulau yang identik dengan Tionghoah. Di pulau ini  terdapat sebuah pagoda besar, klenteng, pohon cinta, dan gundukan-gundukan tanah makam dari Siti Fatimah, Tan Bun An, dan para pengawalnya.

Keluarga Aldi tidak melewatkan kesempatan di sini untuk berfoto-foto aku pun di tugaskan untuk memfoto mereka. Kami terus berkeling menikmati Pulau Kemaro pulau yang banyak sejarahnya untuk orang Tionghoah karena pada saat Cap Go Me (tahun baru Cina) banyak orang Tioghoah beribadah di sini.

Setelah merasa puas kami pun segera pulang. Keluarga Aldi sangat terlihat puas. Malamnya keluarga Aldi lansung kembali pulang ke Jakarta mereka hanya liburan singkat di kampung halamanku. Awalnya aku menjadi tour guide untuk keluarga Aldi tapi jadinya aku juga ikut-ikutan liburan. Ternyata di kotaku ini banyak tempat-tempat indah.

Friday, September 19, 2014

Pesan Untuk Jokowi Agar Pemilu Bersih

Pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden telah usai. Presiden Indonesia yang ke tujuh sudah terpilih yaitu Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi. Sebentar lagi pemerintahan Jokowi akan segera dimulai untuk menggantikan pemerintahan lama yang sudah berjalan 10 tahun.

Pemilu tahun ini masih ada kecurangan. Para caleg dari berbagai partai politik bermain politik uang, di mana mereka membagi-bagikan uang atau sembako kepada masyarakat agar memilihnya saat pemilu legislatif 9 April lalu. Bisa dikatakan para caleg tersebut melakukan pembelian suara kepada masyarakat untuk memilihnya dengan iming-iming berupa uang atau sembako. Masyarakat yang menerima uang atau sembako dari caleg patut disalahkan. Karena apa? Pemilu yang bersih tidak akan terwujud jika masyarakat mau saja menerima uang atau sembako dari para caleg. Seharusnya masyarakat bisa mengambil sikap yang bijak untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari para caleg nakal tersebut karena jika para caleg tersebut terpilih maka sudah dipastikan mereka lebih mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan negara. Caleg yang baik adalah caleg yang tidak bermain dengan politik uang.

Pemilu presiden tahun ini kecurangan lebih kepada fitnah yang berujung pada pembunuhan karakter. Perang opini pun semakin menjadi-jadi sehinggan membuat masyarakat bingung mana yang benar dan mana yang tidak. Jokowi adalah imbas dari fitnah tersebut dia beberapa kali dibilang orang yahudi, keturuan China bahkan beberapa orang tidak bertanggung jawab membuat majalah Tabloid Obor yang hanya untuk memfitnahnya. Tabloid Obor tersebut di sebar di beberapa pulau Jawa berharap masyarakat tergiring dengan opini tersebut. Untung saja tidak semua masyarakat tergiring dengan opini sesat tersebut. Hasil quick count dari beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa Jokowi menang walaupun begitu  masih ada saja segelintir lembaga survei yang menyatakan Jokowi kalah. Lagi-lagi masyarakat ingin disesatkan. Beberapa Minggu setelah hasil quick count dari lembaga survei hasil resmi dari KPU pun diumumkan dan hasilnya menyatakan bahwa Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi presiden terpilih dan wakil presiden terpilih untuk periode 2014-2019. Meski telah diputuskan bahwa Jokowi  tapi lawannya mengugat keputusan tersebut lewat MK tapi semua itu bukan halangan berarti. MK memutuskan bahwa Jokowi adalah presiden terpilih Indonesia karena bukti yang diajukan oleh lawannya tidak kuat. Semoga di pemerintahan Jokowi ini Indonesia menjadi lebih baik.

Menurut saya agar pemilu di Indonesia dapat bersih adalah dengan cara adanya pembelajaran politik dasar untuk masyarakat sehingga masyarakat bisa lebih kritis dan pintar dalam memilih karena semuanya harus dimulai dari kesadaran masyarakat.