Saturday, August 20, 2016

Lampung - The Treasure of Sumatra

Seiring dengan perkembangan pembangunan di negara Indonesia khususnya sektor pariwisata Indonesia dapat dikatakan sektor ini memainkan peranan yang begitu penting dalam kehidupan ekonomi nasional di dalam menghasilkan devisa sebagai salah satu sumber dana bagi roda pembangunan di Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan tempat pariwisata. Di mana tempat-tempat tersebut telah banyak menarik minat wisatawan baik itu nusantara maupun mancanegara. Salah satu daerah yang memiliki banyak wisata tersembunyi di Indonesia adalah Provinsi Lampung.

Provinsi Lampung memiliki letak geografis yang sangat menguntungkan. Letaknya sangat strategis karena berada di ujung Pulau Sumatera bagian selatan sekaligus menjadi gerbang utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Kondisi alamnya terdiri dari dataran tinggi, dataran rendah, dan perairan yang cukup luas. Melihat dari letak geografisnya dan kondisi alamnya menyebabkan munculnya keanekaragaman suku, budaya, dan potensi wisata yang menjadikan Lampung menjadi salah satu daerah yang kaya akan potensi pariwisata.

Kebanyakan wisata di Lampung berada di Teluk Lampung. Wilayah Teluk Lampung merupakan kawasan padat untuk keperluan pemukiman, perindustrian, perhubungan, pariwisata, dan perikanan. Tidaklah heran jika ada obyek wisata pantai yang lokasinya berdekatan dengan industri atau pabrik. Ada kesan pengembangan obyek wisata diprioritaskan di Teluk Lampung. Bukan berarti Teluk Semangka, Pesisir Barat, dan Pesisir Timur kurang menarik. Mungkin sebaliknya, tapi karena wilayah Teluk Lampung secara administratif merupakan teritorial Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung, maka infrastrukturnya dan fasilitasnya relatif sudah tersedia sehingga aksesibilitasnya akan lebih mudah, aman, dan nyaman.

Beberapa kawasan wisata di Teluk Lampung dikemukakan di bawah ini:

1. Kawasan Wisata Kepulauan Gunung Krakatau



Kawasan Kepulauan Gunung Krakatau merupakan kepulauan yang terletak di Selat Sunda terdiri dari Pulau Sertung, Pulau Anak Krakatau, Pulau Krakatau Kecil, dan Pulau Krakatau. Secara administratif, kawasan in merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Oleh karena kawasan Gunung Krakatau berada di tengah laut, maka untuk menuju ke lokasi tersebut dapat di tempuh menggunakan kapal motor dari dermaga Canti langsung menuju kawasan dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Fasilitas yang ada di Kawasan Gunung Krakatau berupa pos jaga, tempat perlindungan, dan menara Pantai.

2. THR Pasir Putih




THR (Taman Hiburan Rakyat) Pasir Putih terletak di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Obyek wisatanya berupa pantai untuk berenang dan area bermain anak-anak. Fasilitas yang tersedia antara lain berupa kamar mandi, tempat istirahat, panggung untuk hiburan, dan rumah makan.

3.  Kalianda Resort




Kalianda Resort terletak di Desa Merak Belantung. Obyek wisatanya berupa pantai dengan atraksi berupa panjat tebing buatan, outbound, kayak, jet ski, banana boat, tenda apung, berkemah, dan bersepeda. Dengan demikian, Kalianda Resort merupakan lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan kawasan terbangun.

Fasilitas yang tersedia di Kalianda Resort sangat memadai seperti bungalow, bar, restoran, tempat pertunjukan kesenian, ruang pertemuan dengan kapasitas 100 orang, area untuk berdagang berupa stand, kios, dan pondok.

4. Pulau Pahawang



Pulau Pahawang merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil.

Pulau Pahawang menyimpan banyak pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih dan segar dapat Anda nikmati. Di Pulau Pahawang Kecil terdapat satu jembatan alam yang disebut dengan Tanjung Putus. Jembatan Tanjung Putus menghubungkan antara Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil. Jembatan Tanjung Putus hanya dapat terlihat saat air laut surut karena saat laut pasang jembatan alami ini akan terpendam air. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para pengunjung.

5. Pantai Klara




Mungkin Pantai Klara masih asing untuk beberapa penggemar wisata di tanah air sekalipun. Untuk menuju Pantai Klara hanya di tempuh 1 jam dari Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Menuju ke arah Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Nama Klara di ambil dari kependekan kelapa rapat. Di mana lokasi pantai ini benar-benar banyak pohon kelapa yang jaraknya berdekatan seperti membuat kanopi atau peneduh bibir pantai.

Lokasi Pantai Klara benar-benar aman pas di Teluk Lampung menghadap barat daya. Keadaan pantai berpasir putih yang landai ini benar-benar sesuai untuk berwisata dari semua umur. Pantai ini terhitung pantai yang aman buat berlibur bersama keluarga.

Maka daripada itu untuk mempromosikan begitu banyaknya wisata yang ada di Lampung. Provinsi Lampung menyelenggarakan Lampung Krakatau Festival 2016 yang mengusung tema Lampung The Treasure of Sumatra. Acaranya dimulai dari tanggal 24-28 Agustus 2016.

Rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival 2016 akan dimulai dengan jelajah pasar seni berupa pameran foto bawah air dan obyek wisata Lampung, fashion show, pertunjukan musik akustik, dan talkshow. Untuk seminar usaha kreatif akan dilaksanakan di Mal Boemi Kedaton Bandar Lampung pada 24 hingga 28 Agustus 2016. Selanjutnya jelajah layang-layang pada 25-26 Agustus 2016.

Di Lampung Krakatau Festival 2016 juga ada lomba layang-layang dan lomba foto amatir yang rencananya akan diikuti oleh peserta dari Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan bahkan peserta dari Malaysia, Singapura, Prancis juga ikut berpartisipasi.

Sedangkan untuk jelajah rasa yang dilaksanakan pada 26 sampai 28 Agustus 2016 akan menyajikan bazar kuliner dan aneka permainan anak. Di dukung oleh truk makanan, tenda artis, dan distro.

Lampung Krakatau Festival 2016 akan ditutup dengan semarak budaya Lampung. Para peserta yang tampil di acara tersebut merupakan utusan dari kabupaten/kota. Mereka akan menampilkan kekayaan budaya Lampung dan nusantara. Pada malam harinya akan ada gala dinner bertajuk Investor Summit. Para investor yang hadir akan dihibur oleh musik dan fashion show Lampung.




Monday, August 8, 2016

Bintik Tinta Solusi untuk Pembangunan Infrastruktur Papua


Pemandangan Papua
Papua kaya akan sumber daya alam (SDA) tak-terbarukan. Sejauh ini, kandungan emas, tembaga, perak, minyak bumi, gas alam, dan batu bara telah ditemukan di Papua. Tak ada yang meragukan bahwa akan lebih banyak lagi kandungan SDA yang ditemukan. Papua juga memiliki hutan tropis terbesar ke-3 yang tersisa di dunia setelah daerah aliran sungai Amazon dan hutan-hutan di Afrika Tengah. Ketinggian tanah dan curah hujan yang sangat bervariasi menciptakan kondisi yang ideal bagi keragaman ekologi yang luar biasa. Selain itu, berbeda dengan negara tetangga Papua Nugini, tutupan hutan di Papua sebagain besar masih utuh. Hampir separuh dari hutan yang tersisa di Indonesia berada di Papua. Lautan yang mengelilingi khususunya di sebelah utara, juga memiliki keragaman spesies yang luar biasa berlimpah. Secara singkat, tanah Papua ini merupakan sebuah kantung biosfer yang unik. Secara tradisional, masyarakat pribumi sangat menggantungkan hidupnya pada jenis tumbuhan dan hewan setempat, tetapi dengan dampak yang relatif sangat kecil terhadap lingkungan hidup. Karena sebagian besar hutannya terdiri dari pohon-pohon yang memiliki nilai komersial tinggi, termasuk kayu cendana dan merbau, maka bisnis kehutanan komersial menarik minat yang cukup besar.

Namun indikator pembangunan sumber daya manusia masih tetap rendah. Meskipun dikelilingi oleh kekayaan mineral dan hutan, sebagian besar rakyat Papua masih tetap sangat miskin permintaan akan infrastruktur mencerminkan keinginan untuk mengubah kondisi ini. Di pedalaman Papua barang-barang yang masuk dari luar wilayah sangat mahal, karena biaya transportasi yang tinggi. Penduduk menginginkan pembangunan jalan agar biaya pengiriman barang tidak terlalu mahal. Para pelaku bisnis lokal dan internasional juga menginginkan infrastruktur yang lebih baik agar dapat mengambil dan mengekspor kekayaan mineral tak-terbarukan dan kekayaan hutan tersebut. Oleh karena itu untuk Papua, pembahasan mengenai pembangunan infrastruktur telah difokuskan pada transportasi, khususnya pembangunan jalan. Namun, pembangunan infrastruktur juga harus membantu masyarakat terpencil untuk memperoleh akses ke pendidikan, perawatan kesehatan, air, sanitasi, tenaga listrik, dan teknologi komunikasi. Tingkat pendidikan rata-rata saat ini masih rendah dan kesehatan terancam oleh merebaknya malaria, penyakit infeksi, lambung dan usus, serta HIV-AIDS.

Pertumbuhan ekonomi di Papua selama ini terkonsentrasi pada beberapa tempat saja di mana interaksi antara tempat ini relatif sedikit. Kebanyakan ekonomi ini berada di daerah pesisir. Di wilayah pedalaman, seperti dataran tinggi yang bergunung-gunung, unit-unit ekonomi yang ada pada umumnya kecil dan terpencar yang berpusat pada administrasi pemerintahan dan pertanian penyambung hidup.

Saat ini, Papua sedang berada di ambang perubahan yang sangat besar. Seperti halnya yang terjadi di bagian dunia lain yang kaya akan sumber daya tak-terbarukan, ada tekanan besar untuk mengonversi aset-aset ini menjadi uang tunai. Jika diambil dan dijual, setiap pohon, setiap ons emas dan setiap ton batu bara senilai dengan rumah baru, mobil, dan pesawat terbang.

Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi dalam pembangunan berkelanjutan infrastruktur di Papua, suatu visi yang mengantisipasi terciptanya Papua yang saling terhubung. Inilah visi yang mendasari ambisi untuk membangun sebuah jaringan besar jalan raya yang menghubungkan semua kota besar sungguh tidak layak diterapkan. Kondisi yang ada saat ini membuat jaringan jalan raya seperti itu tidak layak diterapkan dan merugikan bila diupayakan dengan serius dalam waktu dekat. Kepadatan penduduk di Papua terlalu rendah sehingga pembangunan jaringan yang demikian besar tidak dapat dibenarkan. Di samping itu, biaya konstruksi dan pemeliharaan yang tinggi membuat visi ini secara finansial tidak layak diterapkan dengan kondisi saat ini juga, risiko implementasi visi ini terlalu besar karena jaringan tersebut akan meningkatkan pengambilan sumber daya alam Papua secara tidak berkelanjutan, selain itu, akan terjadi peningkatan arus masuk perpindahan penduduk dari bagian-bagian lain di Indonesia secara tiba-tiba, sehingga yang dihasilkan adalah bencana ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup, bukan pembangungan seperti yang diharapkan.

Peta Papua
Ada baiknya untuk membangun infrastruktur di Papua menggunakan pola "bintik tinta" yang mengantisipasi pertumbuhan dari pusat-pusat kegiatan saat ini. Untuk beberapa dekade ke depan, visi pembangunan Papua harus dimulai dari kutub-kutub pertumbuhan yang ada saat ini maupun yang akan datang. Ini dilakukan dengan menambahkan infrastruktur yang akan melayani setiap kawasan serta wilayah pedalamannya. Ibarat bintik-bintik tinta yang menyebar ke kertas, pertumbuhan sistem jalan raya, jaringan tenaga listrik dan infrastruktur lainnya di daerah setempat secara wajar akan meningkatkan hubungan yang kuat di antara beberapa kutub pertumbuhan tersebut.

Pembangunan dengan pola bintik tinta selangkah demi selangkah akan mengarah ke pembangunan yang lengkap. Pembangunan di dalam maupun di antara bintik-bintik tinta tersebut harus dimulai dengan rencana tata ruang provinsi dan nasional. Rencana induk untuk transportasi perlu mencantumkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mewujudkan jaringan terakhir (dan terus-menerus diperbaharui agar sesuai dengan kenyataan-kenyataan yang baru muncul). Saat ini, dengan tidak adanya rencana induk dan penilaian proyek yang memadai, terlalu dini untuk memprediksi kapan dan di mana keterhubungan timbal balik antara bintik-bintik tinta tersebut dapat dinyatakan layak secara teknis dan ekonomi. Namun, satu hal yang pasti adalah, bahwa keputusan untuk memulai pembangunan sebuah sistem jaringan lengkap merupakan sebuah langkah menuju bencana, tanpa adanya hal-hal berikut :

1. Perencanaan dan analisis kelayakan yang mendasarinya

2. Tingkat kepadatan penduduk atau kegiatan ekonomi yang sesuai

3. Puluhan triliun rupiah tersedia, setiap tahun untuk pembangunan dan pemeliharaannya

Perluasan bintik-bintik tinta tersebut akan bergantung pada pertumbuhan penduduk dan kegiatan ekonomi selain dari yang ada saat ini dan mungkin juga bergantung pada kutub-kutub pertumbuhan baru. Misalnya, suatu jaringan tenanga listrik bisa berkembang sehingga mencakup wilayah Timika Enarotali, kemudian Nabire, jalan raya antara Merauke dan Oksibil, atau antara Bintuni dan Manokwari, mungkin bisa dbenarkan bila lalu lintas semakin ramai. Dan bila infrastruktur pelabuhan sungai ditingkatkan mutunya, pelayanan transportasi air juga pasti meningkat dan bisa menjadi dasar yang kuat untuk membangun sebuah jalan penghubung ke desa dekat pelabuhan tersebut, atau membangun saluran air untuk mengubungan sungai-sungai.

Pemandangan Papua
Seorang pakar infrastruktur yang bijaksana mengatakan baru-baru ini "bila Anda membangun infrastruktur dengan cara yang tepat, akan dibutuhkan banyak uang dan waktu. Bila Anda mengambil jalan pintas, akan dibutuhkan lebih banyak uang dan waktu". Pembangunan Papua sangat memberi harapan. Tetapi harapan ini bisa dengan mudah berakhir bukan pada pembangunan tetapi pada perampasan sumber daya tak-terbarukan dari daerah tersebut dan kerugian yang tidak dapat dipulihkan bagi masyarakat Papua. Seseorang, disuatu tempat di dunia ini, mungkin akan menjadi sangat kaya. Tetapi berapa sen yang akan didapatkan oleh penduduk Papua dari setiap dolar milik orang kaya tadi di bank luar negeri?
 

Ada banyak kesempatan bagi investasi yang produktif untuk transportasi, pembangkit tenaga listrik, air, dan sanitasi. Proyek infrastruktur tersebut perlu dibangun dengan cermat. Proyek-proyek tersebut juga harus dinilai dengan sepatutnya sebelum dilaksanakan.

Sumber foto pemandangan Papua : http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-papua-yang-wajib-dikunjungi/#

Sumber foto peta Papua : http://kaskushootthreads.blogspot.co.id/2013/12/mengenal-papua-negeri-cendrawasih-dari.html

Thursday, August 4, 2016

Belajar Hidup dari Perjalanan Hidup BJ Habibie

BJ Habibie
BJ Habibie

BJ Habibie adalah sosok yang tidak pernah setengah-setengah dalam melakukan sesuatu. Terutama untuk Indonesia. Dan hal semacam itulah yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Beliau adalah orang yang sangat kharismatik dan cerdas, dengan logatnya yang khas dan kacamata yang menjadi cirinya. Kecerdasannya terpancar jelas dari tiap gurat yang menghiasi wajahnya. Dengan prestasi-prestasi yang telah disandangnya. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak merasa bangga pada sosoknya.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari BJ Habibie. Beliau adalah orang yang bijaksana mampu mengesampingkan kepentingan pribadi untuk kemajuan Indonesia. Ketika Presiden Soeharto mengirim Ibnu Sutowo ke Jerman untuk membujuk beliau pulang ke Indonesia, beliau langsung bersedia. Padahal saat itu beliau sedang berada pada jabatan posisi dan prestise tinggi sebagai penasihat senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB yang menjadikan beliau sebagai satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Messerschmitt-Bolkow-Blohm, di Jerman. Namun apa yang terjadi? Beliau melepaskan semua itu. Hal tersebut dilakukan BJ Habibie semata-mata demi memberi sumbangsih ilmu dan teknologi pada bangsa ini, sungguh keputusan yang mulia.

Keputusan tersebut merupakan keputusan yang berat bila mengingat sifat dasar manusia yang notabene memiliki tingkat keegoisan yang tinggi jika telah menyangkut masalah harkat hidup pribadi. Namun beliau dengan sukarela melepaskan semuanya. Padahal pada saat itu beliau bisa dibilang sedang berada pada fase puncak kariernya.

Kebijaksanaan beliau tersebut secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk bisa bersikap bijaksana dalam menghadapi berbagai pilihan dalam kehidupan sehari-sehari. Misalnya saja ketika kita berada dalam posisi di mana kita harus memilih antara kepentingan pribadi dan organisasi atau keluarga. Alangkah baiknya kita lebih mementingkan kepentingan orang banyak.

BJ Habibe Menristek
BJ Habibie Menristek
Ketika menjadi menristek, BJ Habibie mengimplementasikan visinya yakni, membawa Indonesia menjadi negara industri berteknologi tinggi bisa dibayangkan bagaimana reaksi masyarakat saat itu,  Sebuah negara agraris bertolak menjadi negara industri berteknologi tinggi? Hampir tidak mungkin jika membayangkan keadaan Indonesia dan mengingat mata pencarian masyarakat saat itu yang mayoritas bekerja sebagai petani. Namun dengan optimis beliau menyatakan pemikirannya yang menurut kita sederhana namun brilian.

BJ Habibie menjelaskan mengapa industri berteknologi itu sangat penting. Beliau membandingkan harga produk dari industri high-tech (teknologi tinggi) dengan hasil pertanian, beliau menunjukkan data bahwa harga 1 kg pesawat terbang adalah USD 30.000 dan 1 kg beras adalah 7 sen (USD 0,07). Artinya 1 kg pesawat terbang hampir setara dengan 450 ton beras. Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, makan akan diperoleh beras 4,5 juta ton beras. Bukankah itu pemikiran yang pintar?

Dari cerita tersebut hal yang bisa kita petik adalah kita harus terbuka dan menerima perubahan-perubahan yang terjadi, meskipun tidak jarang perubahan tersebut bertentangan dari apa yang selama ini ada, namun tetap dengan catatan. Selagi perubahan itu baik dan tidak bertentangan dengan agama serta tidak merugikan banyak pihak maka kita terima. Kita harus memiliki pemikiran yang dalam untuk bisa mengambil sebuah keputusan yang bijak. Seperti yang dimiliki oleh BJ Habibie.

Seperti yang kita tahu BJ Habibie adalah seorang scientist, seorang teknolog, seorang dengan latar pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan beliau juga bisa dibilang buta akan politik kenegaraan. Namun pada kenyataannya beliau berani terjun ke dunia politik dan menduduki jabatan penting seperti wakil presiden bahkan hingga menjadi presiden ke-3 Indonesia. Dan beliau sukses didalamnya.

BJ Habibie mengajari kita jangan takut untuk mencoba hal yang baru. Sungguh sulit jika membayangkan apa yang akan terjadi. Apa yang harus dilakukan dan sebagainya. Ketika mencoba hal yang baru kita juga harus memiliki berbagai pertimbangan

Sifat terakhir yang harus kita contoh dari BJ Habibie adalah tidak gentar meski ditentang banyak orang. Masih jelas dalam ingatan ketika MPR, institusi tertinggi di Indonesia yang memiliki wewenang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, menolak pidato pertanggung-jawaban BJ Habibie (masalah referendum Timor-Timur). Beliau secara berani mengundurkan diri dari pemilihan Presiden yang baru pada tahun 1999. Beliau melakukan ini, selain penolakan MPR atas pidatonya tidak mengekang beliau untuk terus ikut serta dalam pemilihan dan keyakinan dari pendukukng beliau bahwa beliau akan tetap bisa unggul dari kandidat Presiden lainnya, karena yakin bahwa sekali pidatonya ditolak oleh MPR akan menjadi tidak etis baginya untuk terus ikut dalam pemilihan. Keputusan ini juga dimaksudkan sebagai pendidikan politik dari arti sebuah demokrasi.

Meski sorakan dan cemoohan dari berbagai pihak terus berlanjut, namun beliau tetap bertahan dan berdiri kokok untuk menelurkan karya-karya yang lain. Selama keyakinan masih menjadi pedoman, selama kebenaran masih menjadi acuan, dan selama kemaslahtan umat masih menjadi tujuan, maka cemooh dan halangan takkan berarti apa-apa.

Untuk memperingati ulang tahun BJ Habibie yang ke 80, maka di gelar pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang dilaksanakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends Of Mandiri Museum. Pameran ini berjudul "Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri". Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua-Jakarta Barat.

Pameran foto tersebut berisi tentang perjalanan hidup BJ Habibie hasil dokumentasi The Habibie Center dan karya BJ Habibie sendiri. Lomba yang diadakan selama kegiatan ini adalah lomba mewarnai pesawat R-80, lomba membaca puisi, lomba membuat pesawat dari kayu, dan lomba foto.














Saturday, July 23, 2016

Asyiknya Bercerita Sriwijaya Bersama JJ Rizal

Sebuah pengalaman yang sangat berharga bisa menyerap ilmu sejarah dari JJ Rizal dalam acara Bercerita Sriwijaya. JJ Rizal merupakan seorang sejarahwan dan penulis. Buku-buku JJ Rizal semuanya bertemakan tentang budaya dan humaniora. JJ Rizal juga mendirikan perusahaan penerbitan buku yang di beri nama Komunitas Bambu.


Di acara Bercerita Sriwijaya JJ Rizal mengangkat tema Arti Sriwjaya Bagi Proses Menjadi Indonesia. Waktu acara dimulai di proyektor ditunjukkan foto peresmian Hotel Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Soekarno. Peresmian Hotel Indonesia tersebut terjadi pada 15 Agustus 1962. Saya melihat foto tersebut bingung tema menyangkut Sriwijaya tapi malah ditunjukkan foto peresmian Hotel Indonesia. Rupanya ada yang unik dalam foto tersebut, dalam foto tersebut di samping Presiden Soekarno ada perempuan yang memakai adat Palembang.

JJ Rizal menjelaskan peresmian Hotel Indonesia bukan terjadi di dalam Hotel Indonesia, tapi peresmian tersebut terjadi di Restoran Ramayana. Di depan Restoran tersebut ada mozaik dari seniman Indonesia. Mozaiknya terbuat dari keramik badas warna dikerjakan selama 2 tahun. Judul mozaik tersebut adalah Barisan Bhineka Tunggal Ika.

Setelah menjelaskan hal tersebut JJ Rizal minum sebentar air mineral yang ada disampingnya. Setelah minum air mineral JJ Rizal menceritakan saat direktur pertama Hotel Indonesia yang bernama Iskandar makan bersama Presiden Soekarno dia menanyakan kenapa harus ada perempuan memakai adat Palembang dalam peresmian Hotel Indonesia? Presiden Soekarno menjawab pertanyaan dari Iskandar dia mengatakan, "Aku ingin kita mengingat Sriwijaya seperti mengingat Majapahit yang sejarahnya mengantarkan kita menjadi Indonesia." Menurut Soekarno Hotel Indonesia adalah wajah Indonesia.

Setelah Asyik bercerita tentang peresmian Hotel Indonesia. JJ Rizal bercerita tentang George Coedes yang menulis karangan tentang Kerajaan Sriwijaya berjudul Le Royaume De Crivijaya yang ditulisnya pada tahun 1918. Dalam tulisannya tersebut George Coedes menetapkan bahwa, letak ibukota Kerajaan Sriwijaya adalah Palembang, dengan bersandar pada anggapan Groenveldt dalam karangannya, Notes on The Malay Archipelago And Malacca, Complied From Chinese Source, yang menyatakan bahwa, San-Fo-Tsi adalah Palembang. Sumber lain juga menunjukkan hal yang sama, yaitu Beal. Ia mengemukakan pendapatnya pada tahun 1886 bahwa, Shi-Li-Fo-Shih merupakan suatu daerah yang terletak di tepi Sungai Musi. Pendapat-pendapat tersebut muncul suatu kecendrungan di kalangan sejarahwan untuk menganggap Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Mendengar penjelasan dari JJ Rizal tentang Kerajaan Sriwijaya benar-benar membuat saya paham betul apa itu Kerajaan Sriwijaya dan sekarang saya sadar ternyata buku-buku sejarah yang ada di sekolah sekarang sudah menyesatkan.

Menurut penuturan dari JJ Rizal sebelum kemerdekaan Indonesia Perkumpulan Pemuda Jawa dan Pemuda Sumatera sempat berselisih, namun perselisihan itu hanya sebentar. Perselisihan tersebut terjadi karena mereka mempunyai mimpi yang sama namun berbeda nama. Mereka akhirnya bersatu di Kongres Pemuda yang diadakan pada tahun 1926. Nama mereka akhirnya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia. Putusan kongres tersebut memilih bahasa melayu yang kemudian mereka namakan Bahasa Persatuan Indonesia. Menurut Muhammad Yamin bahasa melayu merupakan warisan dari Kerajaan Sriwijaya.

Ya, JJ Rizal menjelaskannya dengan cara yang sangat asyik, penjabarannya panjang namun tidak membosankan. Beberapa teman yang bertanya tentang Kerajaan Sriwijaya benar-benar mendapat  jawaban memuaskan dari JJ Rizal. Setiap dia menjawab pertanyaan dari teman-teman yang mengikuti kegiatan Bercerita Sriwijaya benar-benar dijawab dengan cerdas sehingga membuat kami-kami semakin bertambah ilmunya tentang Kerajaan Sriwijaya. Di acara ini ada juga kuis yang berhadiah buku sejarah tentang Kerajaan Sriwijay. Sangat beruntung teman-teman yang mendapat hadiah tersebut.

Berikut ini adalah beberapa foto selama kegiatan tersebut berlangsung :


Friday, July 22, 2016

Ada Apa di Festival Sriwijaya ke XXV ?


Di Sumatera Selatan terdapat 12 Jenis bahasa dan 8 suku. Yang paling dominan adalah Suku Palembang, Suku Komering, Suku Ranau, dan Suku Semendo. Sumatera Selatan juga merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budayanya. Maka daripada itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Festival Sriwijaya yang ke 25. Festival Sriwijaya ini digelar pertama kalinya pada tahun 1991. Untuk kegiatan yang ke 25 ini akan diadakan di Benteng Kuto Besak. Acaranya dimulai dari 18-24 Juli 2016. Festival yang diselenggarakan selama seminggu ini dimeriahkan dengan festival kuliner tradisional, parade budaya, lomba teatrikal, lomba blog, dan lomba instagram.

Festival Sriwijaya ini bertujuan melestarikan budaya yang ada di Sumatera Selatan sekaligus juga mempromosikan wisata daerah yang ada di Sumatera Selatan. Agar wisatawan dalam negeri dan wisatawan luar negeri tidak segan-segan untuk berkunjung ke Sumatera Selatan maka Pemerintah Provinsi Selatan bekerjasama dengan asosiasi perhotelan dan association of the Indonesia Tours and Travel Agencies.

Di Festival Sriwijaya ini ada beberapa booth seperti booth tentang Kerajaan Sriwjaya, booth walpaper pemandangan, dan booth makanan. Berikut ini akan saya jelaskan tentang booth-booth tersebut ;

Di booth tentang kerajaan Sriwijaya di jelaskan tentang awal mengenai kerajaan Sriwijaya. Pada  abad ke 7 seorang pendeta tiongkok bernama I Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682. Kemunduran pengaruh Sriwijaya terhadap daerah bawahannya mulai menyusut dikarenakan beberapa peperangan diantaranya serangan dari raja Dharmawangsa Teguh dari Jawa di tahun 990, dan tahun 1025 serangan Rajendra Chola I dari Koromandel, selanjutnya tahun 1183 kekuasaan Sriwijaya dibawah kendali kerajaan Dharmasraya. Kerajaan ini terlupakan dan eksistensi Sriwijaya baru diketahui secara resmi tahun 1918 oleh sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d’Extrême-Orient.

Booth walpaper pemandangan menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto ria. Di booth ini terdapat beberapa gambar tempat wisata yang ada di Sumatera Selatan.





Untuk booth makanan saya yakin orang yang awalnya kenyang jadi ingin makan lagi. Mengisi perutnya dengan makanan-makanan khas Sumatera Selatan. Di booth ini terdapat 29 booth makanan. Wajar saja perut pengunjung jadi lapar lagi di suguhi makanan enak di depan mata. Buat yang mau makan di booth ini metode pembayarannya dengan menggunakan kupon yang ditukar dari booth tiket.

Acara utama seperti pementasan tari, lagu daerah, dan teater dari 17 kabupaten kota di Sumatera Selatan di mulainya pada malam hari. Mereka yang akan mengisi acara tersebut sangat berusaha keras untuk menampilkan yang terbaik dihadapan pengunjung. Satu jam sebelum acara mereka masih sempat berlatih dan merias diri. Keith Martin penyanyi dari Amerika Serikat yang menjadi bintang tamu di acara pembukaan Festival Sriwijaya sangat terhipnotis dengan penampilan para penari. 

Menyaksikan Festival Sriwijaya membuat jiwa nasionalisme saya makin tinggi. Saya sangat ingin mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Sumatera Selatan. Ayo mulai sekarang kita cintai Indonesia.