Tuesday, June 9, 2015

Tua Muda Tanpa Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Pada awal mulanya narkoba merupakan satu jenis obat penghilang rasa sakit yang digunakan untuk membantu orang yang sulit tidur dan menghilangkan rasa sakit. Narkoba pada dasarnya tidak lebih hanya untuk kepentingan medis. Namun seiring berkembangnya jaman, narkoba dijadikan sebagai lahan bisnis. Para pelaku bisnis tersebut menambahkan zat-zat adiktif. Narkoba yang awalnya untuk menghilangkan rasa sakit menjadi obat yang membuat ketergantungan bagi pemakainya.

Negara Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi bisnis barang haram tersebut. Terbukti dengan data yang menunjukkan  bahwa pengguna narkoba di Indonesia berjumlah 4 juta lebih. Banyak alasan orang menjadi pengguna narkoba seperti, hanya ingin coba-coba, melarikan dari masalah hidup, dan masih banyak lagi. Padahal narkoba memiliki banyak efek negatifnya. Menyebabkan gangguan sepertti; gangguan system syaraf, jantung, pembuluh darah, paru-paru, HIV, kerja lambat, pemarah, suka mengigau. Belu Efek negatif yang paling mengerikan adalah dikucilkan orang-orang sekitar.

Maka daripada itu sebaiknya kita menjauhi barang haram tersebut karena efek negatif yang ditimbulkannya sangat banyak. Jika ada masalah sebaiknya segera cepat diselesaikan jangan berlari ke barang tersebut. Carilah lingkungan yang memberi efek positif, seperti ikut gabung komunitas dikotamu yang sesuai dengan yang kamu suka. Lakukanlah hal-hal yang positif dalam hidupmu.

Bagi para pengguna diharapkan segera melapor kepada Badan Narkotika Nasional secara sukarela. Pengguna narkoba tidak akan dikenakan hukuman melainkan akan direhabilitasi untuk menyembuhkan ketergantungan. Kita harus hidup sehat tanpa narkoba. Tua muda tanpa narkoba.

Sunday, June 7, 2015

Syariah Belum Benar-benar Syariah


Perbankan syariah merupakan sistem perbankan yang didasari pada syariah Islam. Pembentukan perbankan syariah dilatarbelakangi oleh larangan agama Islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga yang disebut riba. Riba ini sering dilakukan oleh bank konvesional. Sistem perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir pada tahun 1963. Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim membuat Indonesia menjelma menjadi pasar terbesar di dunia bagi perbankan syariah. Di Indonesia bank syariah baru beroperasi secara resmi pada tahun 1992.

Dibandingkan bank konvesional, bank syariah memiliki banyak keunggulan;

1. Di perbankan konvesional bank disebut debitor sedangkan penabung menjadi debitor. Bank membayar bunga kepada penabung dengan tingkat bunga yang sudah ditentukan. Di perbankan syariah penabung disebut mitra bank sekaligus investor. Penabung berhak menerima hasil investasi bank tersebut. Berdasarkan konsep kemitraan tersebut akan mewujudkan ekonomi yang lebih adil dan transparan.

2.  Di bank konvesional penabung tidak mengetahui dan tidak memiliki hak untuk tahu kemana saja dana akan disalurkan. Sedangkan bank syariah menyeleksi proyek atau usaha yang hendak didanai. Halal  atau haram proyek atau usaha tersebut. Semua nasabah akan terhindar dari praktik moral hazard yang biasa bersumber dari riba.

3. Perbankan syariah mampu memberikan early warning system ketika perolehan bagi hasil terus merugi membuat penabung untuk lebih cepat mengantisipasi.

Melihat sejarah dan faktanya membuat saya ingin mengelola keungan lewat cara syariah dengan membuat tabungan di bank syariah. Namun ketika mendengar cerita paman saya, saya sungguh terkejut. Paman saya berencana mau membuat usaha dengan meminjam sebuah uang syariah sebesar Rp 40 juta. Setelah melakukan survei pihak bank menyetujui untuk memberikan pinjaman sebesar Rp 40 juta. Dalam kesepakatan itu paman saya diharuskan untuk membayar Rp 45 juta dengan cara mencicil per bulan. Disini terlihat jelas bahwa bank syariah mengambil keuntungan sebesar Rp 5 juta.

Saya jadi bingung belum apa-apa paman saya diharuskan membayar sebesar itu di awal. Bagi hasil itu mengacu pada sesuatu yang belum bisa ditetapkan nilainya. Namun sayangnya paman saya diharuskan membayar sebesar itu sedari awal padahal usaha paman saya belum jalan. Intinya bank syariah tersebut sudah menetapkan keuntungan sejak awal. Terlihat bahwa bank syariah dan bank konvesional tidak ada bedanya sama-sama memungut riba. Hanya beda penyebutannya saja, bank syariah namanya skema bagi hasil sedangkan bank konvesional namanya bunga. Dewan Syariah Nasional yang menaungi perbankan syariah seolah tidak ada arti. Pelanggaran ini sebenarnya dilakukan oleh pihak bank sendiri. Peraturan yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional dipelintir sedemikian rupa dengan menggunakan alibi yang seakan masuk akal sehingga seolah-olah tidak ada salah. Saya mengalami dilema mau menggunakan bank konvesional tapi diharamkan oleh agama, menggunakan bank syariah yang katanya tanpa bunga tapi ternyata hanya penyebutannya saja yang diganti menjadi istilah bagi hasil.

Produk keuangan syariah belum benar-benar mengikuti kaidah syariah. Masih banyak praktek non-syariah yang digunakan.Produk keuangan syariah yang saya inginkan adalah yang benar-benar sesuai dengan syariah.


Friday, June 5, 2015

Kamu Gak Menderita karena Ada yang Menunggumu

Sampai sekarang gue heran banget sama cewek kenapanya mereka lebih suka sama cowok yang selalu cuek sama dia. Sedangkan cowok yang selalu ada selalu di lepehin. Dari hasil penelusurran gue akhirnya gue tahu kenapa cowok cuek lebih menarik ketimbang cowok yang selalu ada. Cowok cuek dianggap bisa dipercaya sedangkan cowok yang selalu ada dianggap gak punya kerjaan. Jujur gue belum puas sama jawaban ini tapi emang gitu di mata cewek-cewek. Jujur gue adalah golongan Cowok Yang Selalu Ada sebenernya gue selalu mencoba selalu ada karena gue yang butuh dia ada untuk gue. Ya, gue bener-bener kesepian setiap ada kerjaan gak ada deh yang nyemangatin gue. Gue berharap sikap gue yang selalu ada, ada timbal baliknya. Tapi sayang sekali sikap gue yang selalu ada untuk dia semakin membuat gue jatuh-jatuhnya cinta yang sangat dalam membuat gue takut kehilangan seseorang yang bukan milik gue. Cewek yang gue suka gak cinta sama gue dia lebih memilih cowok yang sama sekali gak peduli sama dia menurut dia cowok itu bisa buat dia bahagia ketimbang gue yang selalu ada. Gue bingung dan bertanya-tanya apakah cewek yang gue suka gak ngerasa sakit dengan sikapnya seperti itu. Akhirnya gue menemukan jawaban itu 'karena gue ada dibelakang dia'  Ya, mindset dia telah berpikir kalo gak ngedapetin cowok itu dia bisa ngedapetin gue. Yang selalu ada untuk dia. Mungkin sudah seharusnya aku tidak menunggumu dan menanggung luka yang kau buat sendiri aku berhak bahagia.

Wednesday, May 27, 2015

Tamat SMA mulai berpikir cari pekerjaan

Well akhirnya gue lulus juga sebagai seseorang anak SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Selama tiga tahun ilmu yang gue dapet cuman bisa nginstal windows. Ya, sekolah gue bener-bener jarang prakteknya. Khayalan gue masuk SMK TKJ adalah supaya dapet kerja dan kerja gue enak tapi kenyataannya ilmu yang gue dapet cetek banget.

Setelah pesta kelulusan dengan coret-coret baju-keliling kota-foto2 (Jujur gue gak ikut waktu temen gue kayak gini) Beberapa temen gue mulai SMS gue, BBM gue nanyain 'loe kerja dimana Fikri?'

Jleb langsung deh gue mendapatkan pertanyaan itu dari temen-temen gue itu. Gue benar-benar belum kepikiran buat cari pekerjaan. Ijazah juga belum keluar. Tapi beberapa temen gue udah ada yang kerja. Sebenarnya gue kepengin kuliah tapi ya gitu orangtua udah tua kasihan ngebebani dia terus. Inilah fase dimana menuju kedewasaan dan mulai menjadi salah satu tulang punggung keluarga.

Gue kaget waktu gue tahu beberapa temen gue yang disekolah selalu menjadi nomor satu masalah penampilan dia sekarang kerja nyetim motor. 'Namanya juga idup Fik.'  Jawab temen gue waktu gue tanya kenapa dia mau kerja gitu.

Gue yang masih berpikir bisa kerja enak duit banyak. Gue harus berpikir realistis. Namanya juga idup.

Monday, April 27, 2015

Cowok Gak Bisa Naik Motor

Dijaman sekarang memang aneh kalo ngeliat cowok gak bisa naik motor. Kalo kemana-mana naik ojek atau gak angkot. Jujur gue ini termasuk salah satu cowok yang gak bisa naik motor. Awalnya sih gue biasa-biasa dengan keadaan gue ini. Gue masih nyantai-nyantai aja kerumah temen gue sejauh 2 Km cuman buat ngajakin main playstation. Tapi semuanya berubah ketika gue udah kelas 3 SMP. Ketika semua orangtua temen gue pada kompak ngebeliin motor. Temen-temen gue kerumah gue semuanya naik motor sedangkan gue masih sama. Masih jalan kaki. Perlahan-lahan temen-temen gue pun ngejauhi gue bukan karena musuhan tapi mereka semua sibuk dengan pacar masing-masing. Sedangakan gue masih meratapi nasib. Entah kenapa mempunyai motor berbanding lurus laris manis mendapatkan cewek. Kumis udah mulai tumbuh diikuti jenggot yang menjalar di dagu. Terkadang gue malu kalo mau keluar rumah dengan kondisi seperti itu. Mau mintak diajari motor sama abang gue motornya baru diambil dealer.
Akhirnya kini gue udah kelas 3 SMK (Mau lulus) gue masih aja gak bisa naik motor. Gue masih ramah dengan keadaan. Di saat ini gue pun lagi deket dengan Tria. Tria ini temen SD gue, gue baru aja dapet nomor dia dari temen gue. Keseringan SMS dengan Tria membuat gue lama-lama naksir. Selang beberapa hari Tria SMS gue kalo kata orang sih'send all' (Mengirim SMS ke beberapa orang yang isinya sama) kira-kira smsnya kayak gini'Aku mau serius sama kamu'
Gue bales SMS dia, 'Untuk siapa Ya?'
'Buat kamu kok.'  Jeleb gue kaget banget.
'Maksudnya,'  Gue pura-pura bego padahal udah deg-degan.
'Tapi gue kan gak bisa naik motor'
'Serius kmu gak bisa naik motor!!! Jangan becanda Fik belajar dong'
Dengan satu tarikan nafas gue beraniin diri buat kirim SMS, 'Iya gue serius kok.'
Entah kenapa mengakui kalo gue gak bisa naik motor itu seperti mengakui kalo gue gak punya titit. Ya gue menyimpulkan kalo cowok gak bisa naik motor sama dengan cowok yang gak punya titit.

Masalah SMS Tria yang kayaknya ngasih kode. Gue ceritain ke Alik temen gue di sekolahan. Dia yang udah pengalaman menyimpulkan bahwa Tria mulai suka sama gue. Sebenarnya gue gak suka-suka amat sama Tria karena gue masih naksir sama Riska cewek yang udah gue  taksir lebih dari 10 tahun.

'Ya, daripada loe jomblo semur idup.Kalo loe pacaran sama Tria secara gak langsung dia bisa bantu loe buat ngelupain Riska,' saran Alik ada benernya juga.

Gue masih kepikiran sama satu hal. Kalo gue pacaran sama Tria gimana caranya gue ngajak dia jalan. Kalo pun emang dia mau nerima gue apa adanya. Gue gak bisa ngebayangin ngajak dia jalan. Ketemua dihalte, terus naik bis. Orang yang lihat pasting bilang 'Kasihannya cewek itu.'

'Kalo loe mau belajar motor gue bisa ngajarin loe.' Sepertinya Alik bisa baca pikiran gue.

'Loe serius gimana kalo siang ini?'

'Oke gak masalah!!!'

***

Siangnya sekitar jam dua siang Alik kerumah gue. Gue belajar motor pake motor mbak gue. Kita belajar di lapangan asrama tentara. Sesampainya disana kita kaget karena ternyata banyak orang yang lagi main bola. Kita berunding di bawah pohon beringin yang besar apakah dilanjut gak belajar motor ini?

'Kalo gue sih mau-mau aja ngajarin loe disini tapi loe bakalan malu sendiri.'

Alik bener juga 'Kita cari yang lain aja '

Kami pun mulai keliling cari tempat yang cocok buat belajar motor. Setelah pilih-pilih tempat akhirnya diputuskan di lapangan sepakbola deket sebuah hotel yang kagak ada bintang. Pertama Alik nyaranin gue sebisa mungkin untuk seimbang dengan motor.Gue di depan Alik dibelakang. Tangan gue pegang gas, tangan Alik tepat di atas  tangan gue. Untuk mencegah supaya gak jatuh. Entah kenapa adegan seorang cowok mengajari temannya belajar motor itu sangat menjijikannya. Apalagi keduanya sama-sama punya bulu kumis yang gak bisa diitung. Gas pertama motor berjalan, gue bener-bener berusaha mati-matian agar kaki gue gak nyentuh tanah. Semuanya berjalan lancar walaupun gue belum benar-benar seimbang. Tiba-tiba pantat gue ngerasa kayak ditusuk-tusuk. Dan ternyata yang menusuk pantat gue adalah tititnya Alit...

"Lik munduran dikit deh.."

"Kenapa?"

"TITIT LOE NYENGGOL PANTATTT GUE!!!"

Gak sampe sejam gue udah bisa jalan lurus naik motor. Ya jatuh cinta adalah motivasi paling mujarab. Semua hal terasa enteng kalo keinget muka dia.

Gue dan Alik memutuskan untuk istirahat sejenak di warung sekitar lapangan sepakbola. Gue coba SMS Tria kalo gue lagi belajar motor.

selang beberapa menit

"Semangatnya Fikri hehehhe" di bales Tria

MAMPUS SEMANGAT GUE SEMAKIN MENDIDIH buat belajar motor.

"Lik gimana sekarang kita coba di jalanan?" Saran gue ke Alik yang masih menikmati rokoknya.

"LOE SERIUSSS???" Alik menyangsikan.

"Gue serius" jawab gue mantap.

"Oke kalo gitu."

Motor dihidupkan dan kini gue 70% memegang kendali tangan Alik gak lagi menempel di tangan gue. Dia cuma jaga-jaga aja kalo gue tiba-tiba ketabrak puso. Pengalaman pertama kali mengendarai sepeda motor bener-bener enaknya rasanya. Gue ngelewatin Akper Charitas dengan berlagak sok udah lama bisa akhirnya bisa terlewati cewek-cewek yang lagi kongkow gitu tanpa harus pake topeng. Perjalanan gue naik motor ternyata lumayan tanpa terasa gue udah nyampe di daerah KM9 tepatnya di Masjid Al Ansor. Emang sih gue masih takut-takut ngeliat mobil ngebut di samping gue tapi ngeliat anak SD naik motor ngebut gak ketulungan gue pendem aja rasa takut gue.

"SELAMAT SELAMAT FIKRI KAMU SUDAH LULUS!!!!" seru Alik yang juga menjabat sebagai guru gue untuk saat ini.

"Gimana kalo kita lewat rumah Rika?" saran gue. Sekalian mau nyombongin sama Rika kalo gue bisa naik motor siapa tau dia lagi dirumah.

"Gue sih oke aja!!!"

Kita pun ngebelokkin motor ke rumah Rika. Sampai daerah rumah Rika gue  bener-bener nyesel jalanan rumahnya gitu banget. Jalannya turunan tapi banyak polisi tidur gue bener-bener berusaha mati-matian buat ngelewatin polisi tidur. Rumah Rika udah terlewat dan naasnya dia gak ada dirumah. Ternyata polisi tiduru di daerah Rika belum selesai. Masih ada. Disinilah kejadiannya waktu lagi di polisi tidur gue ngeremnya keterlaluan motornya sampe berenti terus gue gas lagi. Hasilnya: GUE SAMA ALIK JATUHHHHH. Kita terlempar ke rerumputan, kepala gue kejedot kayu. Tapi alhamdulilah motornya gak papa.

Walaupun udah jatuh gue sama Alik masih keliling-keliling. Gue yang nyetir. Ngeliat udah jam 5. Gue sama Alik mutusin buat pulang.

Di rumah gue, gue selonjorin di meja sambil buka facebook di handphone meskipun tangan gue ada beret gara-gara jatuh tadi. Gue ngeliat di beranda Astri buat status kayak gini.

"Semangatnya Fikri belajarnya Tria disini mendukungmu :) "

Gila sampe segitunya entah kenapa gue ngerasa kayaknya dia udah nganggap gue lebih. Gue coba buat SMS dia dengan sedikit ada candanya tapi ada maksud.

"Yang heheheh"

"Apa yang? " mampus dibales Tria ditambah emoticon kiss. Jangan-jangan gue sama dia udah berpacaran.

" gpp yang :p "

"Ku kira kamu kenapa-kenapa yang hihihi "

Selang 2 hari gue gak lagi belajar motor karena gue gak enakkan nyuruh Alik buat ngajar gue. Fase 2 hari itu juga SMS an sama Tria tiap malem sangat intens ada sayang-sayangnya tapi gak ada status.

Hari jumatnya gue SMS Tria nanyain tentang hubungan ini. Mungkin gue harus nembaknya.

"Tria kayaknya kita cocok deh. Gimana kalo kita jadian???"

Selang beberapa menit

"Maafnya Fikri aku mau fokus UN dulu gak mau pacaran, maaf bangetnya." 

Sial udah sayang-sayangan udah kamu-kamuan ternyata gue ditolak juga. Dan yang membuat gue lebih sakit dia buat peristiwa penting berpacaran dengan orang lain. Semua usaha gue ternyata percuma.

Akibat penolakan itu gue gak lagi minat buat  belajar motor. Kegiatan gue lebih banyak makan. Entah kenapanya kalo lagi fase patah hati makan yang banyak terkadang bisa mengobati.

Ngeliat gue lebih sering mendep dirumah. Ibu gue nanyain gue.

"Kok gak belajar motor lagi?"

"Males Mak," jawab gue males-malesan.

"Kenapa berenti?"

"Emangnya kenapa?'

"KAN KAMU BISA NGOJEK NANTINYA!!!"



Emang sih gak bisa naik motor jaman sekarang itu udah kebangetan banget tapi gue udah males buat belajar motor lagi. Apalagi cewek jaman sekarang kalo ngerumpinya udah akut banget. Gue negbayangin gimana kalo gue punya cewek dan dia nongkrong sama temen-temennya.

"Eh gue udah punya cowok loh," kata cewek gue pamer.

" Ah seriuss loh kok gak pernah jalan bareng???"

"hmmm..."

"Kok bedehem?"

"COWOK GUE GAK BISA NAIK MOTORRRR"

"HAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAH"

Sontak temen-temen cewek gue ngakak abis dan cewek gue malu gak ketulungan.

Tapi gue masih sangat yakin ada orang yang suka sama gue (Ngarep sih) gue masih yakin di dunia pasti ada cewek yang berpendirian kayak gini.

"Aku cinta kamu apa adanya, begitu pula kamu harus mencintaiku apa adanya. Aku mau jatuh bareng sama kamu, bangkit sama kamu, bahagia sama kamu. Karena kamu imam terbaik buat aku dan anak-anakku kelak. Aku gak peduli kata orang. Kita ya kita mereka ya mereka"

Saturday, March 28, 2015

Wahai kau UN


Gila bentar lagi gue bakalan UN!!!! Gak berasa bentar lagi bakalan selesai masa SMK. Rasanya baru kemarin gue dipalakkin rombongan SMK, rasanya baru kemarin cinta gue di tolak temen gue sendiri, dan rasanya baru kemarin gue ngeluh tentang rasa menyesalnya gue masuk SMK. Ya sampai sekarang gue masih bingung entah kenapa anak SMK lebih suka bawa senjata tajam ketimbang buku pelajaran. Kalo siswa kelihatan ya udah deh bakalan jadi budak para brandal sekolah.

Sebelum UN banyak sekali hal-hal yang harus gue lewati dari UK sampai US. Gue masih bingung kenapa SMK ini ada UK kalo SMA nyantai aja. Semua anak-anak kelas 3 sekolah gue diharuskan untuk UK di sekolah lain. Harap maklum sekolah gue belum terakreditasi A. UK benar-benar momok menakutkan bagi gue. Gue diharuskan untuk melakukan praktek di awasi oleh pengawas seorang dosen (bujubuneng) emang sih yang diujikan itu sama kayak jurusan gue tapi gimana kalo sekolah gue jarang banget praktek. Waktu itu gue bener-bener keringet dingin.

Well UN sebenarnya bukan momok menakutkan lagi karena pemerintah sudah memutuskan bahwa kelulusan yang menentukan adalah guru. Yang menakutkan adalah setelah UN karena kita benar-benar berjumpa dengan realita kehidupan yang gak bisa ditebak.



Tuesday, March 3, 2015

Udah lama gak nge-BLOG

CURRRRRRRRRRRRRRRR CIRRRRRRRRRRRRR CROOOOOOOOOOOOT Apa kabar nih udah lama gue gak posting di blog ini. Udah banyak juga beberapa postingan yang gue apus. wesss pada dasarnya gue kangen banget buat nge-Blog. Tapi, ya gitu deh gue sekarang lagi sibuk-sibuknya sekolah. Doainnya gue lulus.